Warga Geram Kebaradaan Kepala Rosort TNGC Bantargung

Majalengka-RM
Keberadaan Kepala Resort TNGC Bantaragung mulai mengundang kontroversi, pasalnya warga setempat sudah geram dengan kehadirannya Kepala Resort TNGC. Menurut para pengelola Masyarakat Peduli Gunung Ciremai (MPGC), Salikin (37) menyatakan, bahwa Kepala Resort TNGC Bantaragung diduga sudah tidak bersahabat lagi dengan masyarakat, sehingga warga pun sudah mulai resah, karena selain minimnya sosialisasi terhadap warga, juga diduga sebagai pemicu konflik, kini masyarakat sekitar menjadi pecah belah dan tidak ada lagi rasa kebersamaan antar warga, hal itu diakibatkan karena kepala resort setempat terindikasi tidak bisa merangkul semua kalangan. “ Saya yakin bila kepala resort setempat bisa merangkul semua kalangan, dan bisa mempersatukan warga serta terus menerus memberikan pengertian kepada warga atas peraturan Balai Tamai Nasioanal Gunung Ciremai (BTNGC) tersebut, maka hal ini tidak akan terjadi, dan yang paling faktor utamanya pihak kepala resort jangan sampai memihak kesalah satu kelompok tertentu saja, tapi melainkan harus bisa merangkul ke semua kelompak yang ada di tubuh wilayah BTNGC Bantaragung, maka tentunya hal itu tidak akan terjadi sampai sejauh ini,” katanya.
Sementara itu menurut Jejen (33) salah satu tokoh pemuda setempat, pihaknya dalam dekat ini akan segera mengajukan maupun melayangkan surat atau membicarakan kepada pihak terkait, agar kasus yang terjadi di wilayah BTNGC yang berada diwilayah Desa Bantarugung ini, agar segera di tanggapi secara serius oleh pihak balai TNGC . menurutnya, kalau pihak BTNGC tidak menanggapi secepatnya secara serius keluhan dari masyarakat, maka di khawatirkan warga akan bertindak anarkis. “Karena hal ini sebelumnya kami melakukan terlebih dahulu atas dasar musyawarah sesama warga, dan telah disetujui oleh pihak Pemdes setempat dan didukung oleh semua kalangan seperti, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, maupun BPD setempat serta warga lainnya, agar masalah ini secepatnya di selesaikan secara serius dengan kepala dingin oleh pihak BTNGC sendiri. Kalau permasalahan ini tidak segera diselesaikan, maka kami khawatir konflik ditubuh masyarakat Bantaragung akan terus berkepanjangan dan mengakibatkan warga tidak bisa lagi ditahan, sehingga warga menjadi anarkis, hal itu kami atas masyarakat setempat tidak ingin mengalami hal seperti itu,” tegasnya.
Sementara pihak terkait maupun pihak BTNGC sendiri, sampai berita ini diterbitkan belum bisa dikonpirmasi terkait permasalahan tersebut. (jac)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s