Figur Polisi AKP Dedi Budiana, SH. MH Dirindukan Warga Majalengka

Majalengka- JM

Menjadi seorang polisi yang dicintai dan di sayangi oleh masyarakat merupakan impian setiap orang, tidak terkecuali Kasat Reskrim Mapolres Majalengka, AKP. H. Dedi Budiana, SH. MH. Meski tidak mudah, tidak menyurutkan langkah pria yang berpentampilan Energik, sederhana, tapi tetap disiplin dalam bertugas. Dan kerap terpancar utuh dalam balutan kata dan bahasa tubuh bahwa keinginan kesehariannya pihaknya ingin terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat bersama seluruh jajaran yang dipimpinnya.

Perkembangan zaman yang cepat kata AKP. Dedi Budiana, SH. MH, sangat mempengaruhi sikon stabilitas kamtibmas suatu wilayah. Sehingga menuntut profesionalisme kerja bagi setiap anggota Polri, termasuk anggota Polri yang bertugas di fungsi intelejen dalam mewujudkan stabilitas kamtibmas. “Intelejen memegang peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan tugas opsnal dan jemen Polri. Peranan tersebut dapat dilaksanakan apabila intelejen mampu menjalankan fungsinya secara maksimal sebagai pemberi peringatan dini (early warning) bagi pimpinan untuk bilput dan bijak,” katanya.

AKP. Dedi menambahkan bahwa, Polisi harus dapat menciptakan situasi kamtibmas tanpa meresahkan, menegakkan hukum secara propersional dan profesional, mengikuti perkembangan zaman dan teknologi informasi, serta dapat membangun komunikasi yang baik dengan Masyarakat. Menurutnya POLRI bukan merupakan alat pemerintah tetapi merupakan alat negara sehingga harus dapat menggandeng segenap elemen Masyarakat. Ujarnya.

Selain itu pihaknya juga tidak terlena dan terus menerapkan sebagai anggota polisi yang santun, tegas, humanis dan dicintai masyarakat, menurut pandangan “saya mengenai istilah tersebut yakni polisi yang santun adalah Polisi yang lebih menonjolkan kepada perilaku (skill) dari individu yang berimbang dengan sikap dan pengetahuan. Dengan perilaku yang santun terhadap masyarakat maka dengan sendirinya akan timbul empaty terhadap polisi, ulasnya.

Namun pihaknya menerapkan dalam melayani Masyarakat seperti itu hanya sebatas fungsional (kepribadian) dan struktural (kelembagaan), bahwa Polisi yang sesungguhnya betul betul mencintai Masyarakat, serta melayani, mengayomi, dan melindungi Masyrakat dengan segenap jiwa raga yang sesuai di amanatkan dalam UUD No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian dan peraturan lainnya. (jac)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s