Peringati Kebangkitan Nasional, FKKS Tanamkan Jiwa Nasionalisme

 

Majalengka-ReNas
Guna memperigati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada Minggu (20/05/2012), Forum Komunikasi Komando SindangKasih (FKKS) menyelenggarakan dengan melaksanakan berbagai acara di antaranya menggelar Turnamen Bolla Volly yang di ikuti 11 Club dengan merebutkan Piala bergilir dan uang pembinaan yang bertempat di lapangan Bollla Volly Desa Banta Ragung Kec. Sindangwangi Minggu Kemarin. Acara tersebut tampaknya (FKKS) menjalin kerja sama dengan Mapolsek Rajagaluh dan Mapolsek Sindangwangi, hal itu di lakukan semata mata ingin menjalin kemitraan yang lebih baik lagi antara Organisasi Masyrakat bersama kelembagaan seperti POLRI.
Menurut Durohman selaku Ketua (FKKS) Majalengka bahwa, Kebangkitan Nasional adalah Masa dimana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, Oleh karena itu “kami sebagai Organisasi yang ada di Majalengka yakni (FKKS) ini akan terus mengawal dan memajukan khususnya Kab. Majalengka dan umumnya Indonesia hingga ke pintu gerbang kemakmuran, seperti yang tertuang dalam motto FKKS bahwa, bersama (FKKS) ingin membentuk Masyarakat yang adil dan makmur berazaskan pancasila dan UUD 1945, sebagai landasan hukum dalam bermasyrakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya. Lanjut dia “Bahwa dalam rangka menyambut hari kebangkitan nasional maka kami (FKKS) sengaja memilih tema tanamkan jiwa Nasionalisme untuk perlombaan ini,”ujarnya.
Sekilas Sejarah Kebangkitan Nasional.
Setiap tanggal 20 Mei, Bangsa Indonesia memperingati hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei di jadikan sebagai hari kebangkitan nasional berdasarkan berdirinya Boedi Oetomo yaitu 20 Mei 1908. Boedi Oetomo didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji. Boedi Oetomo digagas Dr. Wahidin Sudirohusodo. Pada awalnya Boedi Oetomo bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan bukan bersifat politik. Boedi Oetomo menjadi awal gerakan yang bertujuan kemerdekaan Indonesia.
Jeritan Rakyat
Meskipun Kita sudah merdeka sejak Tahun 1945, tetapi tanpa di sadari kita masih di jajah ekonomi, ideologi, dan sosial budaya, saat ini posisi Indonesia pada sektor ekonomi, politik, sosial budaya hukum dan keamanan sudah di kuasai oleh pihak asing, ulasnya. Bukti dari segi budaya, katanya, pemerintah terlalu liberal sehingga tidak mempuyai alat untuk menyaring budaya asing, yang dapat merusak indentitas budaya Indonesia. Terkait rentetan fenomena itu, (FKKS) Majalengka menghimbau kepada Pemerintah untuk menegakan supermasi hukum segera usut kasus korupsi yang dapat merugikan Negara. (jac)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s