Bayi Membusuk Ditemukan Warga Majalengka

byi malangMAJALENGKA,(RM) Warga Majalengka digegerkan penemuan bayi yang sudah hampir membusuk di sungai citangkurak  tepatnya di belakang Polres lama Majalengka, Rabu (16/7). Sesosok bayi ditemukan warga sekitar dengan posisi tengkurap, bayi malang yg sudah bengkak ini diperkirakan usia 3 atau 4 hari yang lalu.

Menurut Kapolres Majalengka, AKBP Bayu B Samudra,S.IK melalui Kasat Reskrim AKP. Choerudin membenarkan adanya penemuan bayi yang ditemuakan oleh warga di salah satu sungai tersebut.
 
Menurutnya penemuan bayi itu, dugaan sementara bayi malang tersebut sengaja dibuang oleh orang tuanya. “Dugaan sementara bayi tersebut sengaja dibuang oleh kedua orang tuanya. Dan tidak menutup kemungkin bayi itu dibuang karena malu hasil hubungan gelapnya,”katanya. (jac)
 
Choerudin menambahkan, bahwa pihaknya akan terus menyelidiki kasus ini guna mengungkap para pelakunya yang tega membuang bayi malang tersebut.

Bupati Majalengka, Acungkan Kedua Kertas Suara Setelah Mencoblos

Majalengka, RN-IMG_0011Bupati Majalengka, H. Sutrisno,SE.M.Si melaksanakan hak politik pada pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) di tanah kelahirannya TPS 2 Desa Ligong Lor Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka, Rabu (9/7).

H. Sutrisno tiba di TPS sekitar pukul 9.00 wib, disambut oleh para panitia dan warga sekitar, dia pun tampak berbincang beberapa saat dengan warga setempat.

H. Sutrisno langsung menyapa warga, satu per satu warga dia salami, pihaknya pun kemudian masuk ke TPS untuk memilih. Sebelum keluar TPS, lagi-lagi dia salami semua petugas KPPS di TPS 2 itu.

H. Sutrisno beserta istrinya sempat menunjukkan kedua lembar kertas suara yang telah dia coblos sebelum dimasukan kedalam kotak suaraa. “Ini bukan kampanye. Hanya menunjukkan telah mencoblos,” kata Sutrisno yang juga bagian tim pemenangan Capres dan Cawapres Jokowi-JK kepada wartawan.

selain itu, orang nomor satu di Kota Angin ini. rencananya setelah selesai menyalurkan hak pilihnya dia langsung monitoring kesejumlah titik TPS yang berada diwilayah Kabupaten Majalengka. (jac)

GMBI Copot Pengurus yang Tidak Satu Komando

Majalengka, RM

LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Majalengka melakukan IMG_0019perombakan (reshuffle) pada struktur kepengurusan GMBi Distrik Majalengka, Satu kader yang dinilai tidak satu komando lagi dicopot dari jabatannya. Akhirnya GMBI Distrik Majalengka telah mengeluarkan Asep Kamaludin selaku Sekretaris GMBI Distrik Majalengka maupun dari ke anggotannya di LSM GMBI (Stop Pres), hal itu diumumkan setelah hasil rapat pleno kepengurusan GMBI Distrik Majalengka yang di ikuti dari jajaran kepengurusan tingkat KSM se-Kabupaten Majalengka, Selasa (14/1).

Menurut Saepul Yunus,SE.M.Si  selaku Ketua GMBI Distrik Kabupaten Majalengka, Hal tersebut dilakukan karena beberapa pertimbangan serta dari hasil rapat pleno memutuskan Asep Kamaludin yang semulanya menjabat Sekretaris GMBI Distrik Majalengka telah resmi dikeluarkan dari kepengurusan GMBI maupun keanggotaan LSM GMBI. Sementara itu, untuk penggantinya selaku Sekretaris GMBI Distrik Majalengka di jabat oleh Endin.

Dikatakannya, pasca digelar rapat pleno dan satu anggota  yang kini menjadi mantan kader GMBi itu, mereka keluar dari rapat pleno diantaranya Asep Kamaludin tersebut, Hal itu menurutnya sangat berpengaruh pada kinerja dan dikhawatirkan akan terjadi kesenjangan di tubuh GMBI, oleh sebab itu pihaknya mengeluarkan mantan Sekretaris GMBI tersebut. “kita ganti dengan orang-orang yang mau bekerja satu kamando untuk kemajuan GMBI, langkah pergantian pengurus dilakukan untuk memaksilkan dalam membela para wong cilik yang tertindas yang dilakukan oleh  para penguasa” terangnya.

Selain perombakan pengurus di level Kabupaten, pihaknya juga telah membuka lowongan kerja bagi masyarakat, serta sudah mengintruksikan kepada jajaran KSM se-Kabupaten Majalengka, agar mengumumkan kepada seluruh masyarakat Majalengka, siapa saja yang ingin bekerja di pabrik-pabrik maupu di perusahaan lainnya yang ada di Majalaengka, maka warga bisa datang langsung ke sekretariat GMBI Distrik Majalengka yang beralamat Jl Raya Kadipaten-Cirebon Desa Garawangi Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka. (jac)

Pelepasahan Kasi Pajak Diwarnai Suka Duka

Majalengka,RM
Pelepasah kasi penerimaan dan penagihan (Kasi Pajak) Samsat Majalengka yang memasuki masa pensiun diwarnai suka duka, (8/1). Kasi penerimaan yang memasuki masa pensiun adalah Baban Mulyana,SAP. Tak ayal seluruh jajaran Samsat Majalengka yang terdiri dari Dispenda, Kepolisian, Jasa Raharja dan Bank BJB itu terlihat berkaca kaca dan membuat matanya memerah, bahkan saat pamitan satu persatu suasana alam mendung pun ikut mengikuti prosesi perpisahan tersebut, salain itu kesedihan Baban pun tak terelakan lagi, sehingga alunan tangisan pun tak terbendung lagi samapai menguraikan air matanya.

Menurut Baban Mulyana,SAP selaku mantan Kasi pajak ini dalam sambutannya mengatakan, secara pribadi pihaknya mohon maaf, apabila selama melaksanakan tugas selama pengabdianya ada kata-kata maupun sikap yang kurang berkenan dihati bapak dan ibu karyawan Samsat Majalengka serta ucapan terimakasih atas dukungan rekan rekan semua selama bertugas, semoga tali silahturahmi ini tetap terus terjaga.

Sementara dalam sambutannya Kepala Cabang Dispenda wilayah Kabupaten Majalengka, Dra. Iis Nurtista,M.Si, yang sekaligus mewakili seluruh jajaran Samsat Majalengka mengutarakan rasa terima kasih kepada Baban yang selama bertugas dengan baik. Iis juga mengungkapkan bahwa pensiun bukan masa akhir aktivitas melainkan masa dimulainya kesempatan yang lebih banyak untuk lebih dekat ke keluarga maupun menekuni yang lainnya. “ Perpisahan ini bukanlah segalanya, karna dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan dalam menjalani kehidupan saja pasti menemukan perpisahan yaitu dengan kematian,namun hal ini kita sebagai seorang PNS yang berpisah dengan masa pensiun ini. Hal itu semoga tidak memutuskan rantai tali silahturahmi dan semoga tetap terus terjalin, selamat jalan pak Baban semoga pak Baban mendapatkan keberkahan beserta keluarga dan semoga selalu mendapatkan naungan dari Allah SWT,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dari keluarga besar Samsat Majalengka dan ucapan selamat, kemudian diakhiri dengan ramah tamah dan makan-makan bersama diiringi hiburan musik. Selamat memasuki masa baru yang lebih baik. (jac)

SEJARAH DESA CISETU

Foto023DESA CISETU KECAMATAN RAJAGALUH TERLETAK KURANG LEBIH 30 KM ARAH TIMUR DARI PUSAT KOTA MAJALENGKA DAN  BERDIRI SEKITAR SEJAK TAHUN 1876 DAN NAMA CISETU  DIAMBIL DARI SEBUAH SITU YANG LUASNYA 1 HEKTAR TERLETAK DI SEBELAH BARAT DESA CISETU.

Desa Cisetu merupakan desa pemekaran, karena sebelumnya Cisetu merupakan perkampungan yang termasuk wilayah Desa Trajaya Kecamatan Leuwimunding. Awal berdirinya Desa Cisetu kira-kira pada tahun 1876, pada waktu itu ada seorang tokoh yang kaya raya, sakti, pintar dan dermawan, namanya Mbah Rawati atau sebutan lain Mbah Ormat mengusulkan kepada kuwu Desa Trajaya agar kampung Cisetu yang merupakan wilayah bagian selatan Desa Trajaya dijadikan desa dan permintaan tersebut dikabulkan oleh Kuwu Desa Trajaya, maka mulai tahun 1876 berdirilah satu desa yang diberi nama Desa Cisetu.
Nama Cisetu dijadikan nama desa karena di kampung tersebut terdapat sebuah situ yang luasnya 1 hektar yang terletak disebelah barat Desa Cisetu dan sampai sekarang situ tersebut masih ada namun tidak dilestarikan karena tanahnya merupakan tanah eks-kacacahan milik masyarakat dan sekarang situ tersebut semakin kecil karena tanah disekitarnya sudah diperjual belikan dan di bangun rumah penduduk.
sebagai penghasilan kuwu dan pamong Desa Cisetu berbentuk sawah yang merupakan kekayaan milik Mbah Rawati yang diberikan untuk dijadikan sawah bengkok Desa Cisetu. sebagai upah/gaji kuwu dan pamong hingga sampai sekarang.
Adapun silsilah Kuwu Desa Cisetu dari tahun 1876 sampai sekarang adalah sebagai berikut :
NO N A M A TAHUN MENJABAT KETERANGAN
1. MBAH RAWATI 1876 – 1906
2. SATIJA 1906 – 1917
3. SACA WACANA 1917- 1947
4. JAYAWIKARTA RUHIAT 1947- 1978
5. JAMHARI 1978- 1989
6. IDI SUBANDI 1989 – 2008
7. IWAN KRISWANA 2008 – SEKARANG

2 Kasi Kosong, Pelayana Tetap Prima

Majalengka, RMGraphic1
Diakhir tahu 2013 keluarga besar Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Jawa Barat Wilayah Kabupaten Majalengka menggelar lepas kenangan Kasi penerimaan Samsat Majalengka, berlangsung sederhana, namun berkesan dan mendelam di kantor dispenda wilayah Kabupaten Majalengka, belum lama ini. Pisah kenangan pejabat lama kasi penerimaan, Baban Mulyana yang pensiun di masa pengabdiannya selama ini, dihadiri seluruh keluarga besar samsat majalengka, sementara untuk penggantinya sebagai kasi pajak Samsat Majalengka masih dibawah tanggung jawab Kepala Cabang Dispenda wilayah Kabupaten Majalengka, Dra. Iis Nurtista,M.Si, pasalnya hal itu masih menunggu mutasi dari Dispenda Provinsi. sehingga dengan pensiunnya kasi penerimaan di akhir tahun ini, jadi Dispenda Cabang majalengka kekosongan 2 kasi, yakni kasi pendataan dan penetapan, serta kasi penerimaan dan penagihan.
Menurut Kepala Cabang Dispenda Prov Jabar Wilayah Kabupaten Majalengka, Dra. Iis Nurtista,M.Si mengatakan, meski kasi penerimaan belum terisi namul hal itu tidak akan menyurutkan pelayanan di Samsat Majalengka. Dan pihaknya berkomitmen akan terus meningkatkan pelayanan terhadap para Wajib Pajak (WP), ini bukti keseriusan Dispenda dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, adanya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan sangatlah penting, sebab hal tersebut dapat meningkatkan PAD Prov Jabar khususnya Kabupaten Majalengka sehingga pembangunan daerah di beberapa sektor dapat terwujud. Selain itu, pihaknya juga di tahun 2013 telah melampaui target PAD dari pajak kendaraan bermotor tersebut.
Selain itu, Iis menambahkan sebab, dengan taat membayar pajak, maka warga termasuk berperan aktif dalam membantu pembangunan daerah. Selain itu juga, penggunaan anggaran saat ini sudah transparan. Untuk itu, selain untuk pembangunan Kota Angin, pajak yang diperoleh dari warga juga dimanfaakan untuk berbagai program pemerintah dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan prekonomian masyarakat. “Oleh karena itu, mari kita bersama-sama berperan aktif membangun daerah. Bayar pajak tepat waktu, pembangunan lancar, dan mari tingkatkan kesadaran dan motivasi membayar pajak,”pungkasnya. (jac)